Senin, 21 April 2014

Mandeh, Kembaran Raja Ampat di Barat Indonesia


Siapa tak kenal dengan Raja Ampat, Papua, keindahan panoramanya sudah sangat mendunia. Tenyata, destinasi yang mempesona banyak wisatawan ini punya kembaran di Sumatera Barat.
Semua traveler mulai membicarakan, mencari tahu, mengunjungi, dan menuliskan pengalamannya setelah menyaksikan keindahan alam Raja Ampat. Kepulauan yang mendunia karena keindahan dan keragaman koleksi baharinya ini sebenarnya mempunyai kembaran yang berada di barat Indonesia.
Ya, itu adalah Kawasan Mandeh. Lokasi ini berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Berjuta keindahan dan pesona alam dari kepulauan ini tidak kalah menawan dari Raja Ampat.
Kawasan Mandeh atau Mandeh resort merupakan sebuah kepulauan. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Kota Padang yang jaraknya sekitar 56 kilometer. Waktu tempuh yang diperlukan untuk menuju destinasi tersebut sekitar 70 menit dengan menaiki mobil.
Kawasan seluas 18.000 hektar ini memiliki keindahan dan pesona alam bahari yang sangat cantik. Oleh sebab itu, tidak heran bila kawasan ini terkenal di tingkat nasional bahkan internasional.
Dinamakan Kawasan Wisata Mandeh karena salah satu kampung yang ada di sana bernama Kampung Mandeh. Kawasan Mandeh merupakan perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk yang dihiasi dengan gugusan pulau-pulau kecil yang berada di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan.
Teluk Carocok Tarusan ini memang cukup landai dan tidak berombak karena di sekitarnya terdapat beberapa pulau kecil seperti, Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Sironjong besar dan kecil, serta Pulau Cubadak.
Gugusan pulau-pulau kecil dengan kekayaan biota laut inilah yang menjadikan Mandeh sebagai kembaran dari kawasan Raja Ampat. Adanya teluk yang menjadikan kawasan Mandeh memiliki pantai yang landai dan tidak berombak, sehingga wisatawan yang datang ke sana bisa snorkeling.
Mandeh akan semakin terlihat indah bila Anda membidiknya dari atas bukit-bukit yang mengitari kawasan ini. Kalau begitu Anda bisa mengunjungi Puncak Mandeh yang merupakan salah satu spot terfavorit. Dari atas sini Anda bisa melihat gugusan kepulauan kecil dan aktivitas kapal-kapal nelayan dari ketinggian dan panorama lengkap Kawasan Mandeh.
Kalau Raja Ampat belum bisa tercapai, ada baiknya mencoba ke Mandeh terlebih dahulu. Keindahan alam dan suasananya hampir sama. Pastinya tidak akan menyesal kalau sudah melihat si Raja Ampat dari barat Indonesia ini.

Senin, 20 Januari 2014

Hiden Paradise

Mandeh which is located in West Sumatra is one of the best marine tourism destination , in addition to a beautiful place and the sea is calm mandeh also gives one the other charms , namely its underwater scenery superb though could only be enjoyed using a snorkel , because the supporting facilities inadequate but all it does not become an excuse to reduce the tourists to pay a visit to this place .But because of the media campaign which is much less caused forgotten place , most travelers prefer local or begin the journey of bungus or from padank , but when compared to starting the journey from shore breakwater , would be more efficient because the rental boats in this area is fairly cheap prices range between Rp 500,000 - Rp 1.000.000 , compared to bungus is fairly cheap price to individual cost around 200.00 - 500.000 . for more info .. contact me via email . , . , ! Myhendri50@gmail.com

Sabtu, 09 Maret 2013

Walaupun gw tinggalnya ditepi laut, tapi gw ga pernah mendengar yang namanya speargun, jadi gw penarasan trus gw browsing eh ternyata tembak ikan yang demaksud dengan speargun tesebut.,.,.,.! jadi karena harganya yang terlalu mahal bagi orang kaya gw.,.,.,.,.! trus gw bikin aja dari kayu dan bahan yang seadanya, karena gw udah tau prinsip kerjanya.,.., ! 
speargun ynag gw buat dari kayu bekas yang gw dapat dari galangan kapal dengan panjang 1m gw pun mulai beraksi.,.,.,! dan hingga akhirnya speargun Alias Tembak ikan pun siap digunakan.,.,.! 
Pada hari libur trus pergi kepantai trus gw mulai dech.,., nyelem dan mulai gw menembakan tembak ikan, dan ternyata mengenai sasaran walaupun cuma ikan kerapu kecil yang gw dapat tapi gw sangat senang.,.,.! 
ntar aja sambungannya ya.,.,.,!

Minggu, 28 Oktober 2012

Kelebihan Kawasan Mandeh

  1. Laut yng tenang tanpa ombak yang besar dan memiliki keindahan bawah laut yang tak kalah dibandingkan dengan tempat wisata terkenal lainnya. selain itu kawasan wisata Mandeh merupakan daerah yang belum banyak dikunjungi oleh orang banyak dehingga cocok dijadikan tempat tujuan acara yanmg bersifat private.
  2.  view sunset yang so beautiful
  3. Selain laut kawasan wisata mandeh juga memiliki kesenian seperti Randai dan masih banyak lainnya

Senin, 26 Desember 2011


TERLETAK di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berbatas langsung dengan Kota Padang. Kawasan ini hanya berjarak 56 Km dari Padang dengan Luas 18.000 Ha dan waktu tempuh sekitar 56 menit. Kawasan Wisata Mandeh melingkupi 7 Kampung di 3 nagari yang dihuni oleh 9.931 jiwa penduduk dengan mata pencaharian bertani, berternak, dan nelayan.

Objek wisata Kawasan Mandeh (Mandeh Resort) sudah dikenal baik tingkat nasional maupun Internasional dengan adanya investasi asing (Itali), mengembangkan resort wisata yang dikenal dengan Cubadak Paradiso.

Bahkan Kawasan Mandeh telah menjadi destinasi utama kebijakan sector pariwisata kebaharian yang dimasukkan kedalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama biak dan Bunaken. Kawasan Wisata Mandeh sangat menjanjikan untuk dijadikan tujuan investasi.

Lokasi ini disebut sebagai kawasan Wisata Mandeh karena salah satu kampung yang ada di kawasan ini bernama Kampung Mandeh, yang terkenal di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan.

Teluk Carocok Tarusan cukup landai dan tidak berombak karena disekitarnya terdapat beberapa pulau kecil diantaranya Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjong Besar dan Kecil, selain tentunya Pulau Cubadak. Sementara di bagian selatan kawasan ini tepatnya di Kampung Carocok ada sebuah tanjung meliuk bagaikan kail, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dengan riaknya yang selalu bernyanyi tak henti-hentinya.

Di sisi utara Kawasan Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar yaitu : Pulau Bintangor, Pulau Pagang, Pulau Ular, dan Pulau Marak yang berdampingan dengan sikuai Island.

Disepanjang pantai dari Kampung Sungai Pisang sampai ke Kampung Carocok kawasannya cukup landai dan berpasir putih dengan beberapa pohon pelindung seperti pohon kelapa, pohon waru, pohon nangka dan lain sebagainya.

7 Kampung dari 3 Nagari di kawasan ini termasuk kedalam kawasan pengembangan wisata yaitu : Kampung Mudiak Air, Kampung simpang Carocok, Kampung Pulau Karam, Kampung Sungai Nyalo, Kampung Sungai Tawar, Kampung Sungai Pinang dan Kampung Teluk Raya. Penduduk di sekitar Kawasan Mandeh terkenal cukup ramah dan cepat berbaur dengan masyarakat pendatang, bahkan suka membantu.

Tidaklah mengada-mengada kiranya, bila kawasan ini dijuluki dengan The Paradise in the Shouth (surga di Selatan), maksudnya di bagian selatan Provinsi Sumatera Barat. Di surga inilah semua kedamaian bisa didapat. Penduduk setempat memanfaatkan ketenangan dan kedamaian teluk ini dengan melayarinya, dan mendayung perahu penangkapan ikan.

Bahkan wisatawan yang datang kesini sering memanfaatkan danau laut ini untuk berenang dari satu pulau ke pulau lainnya, selain tentunya juga untuk menyelam, menyaksikan keindahan dasar laut dengan berbagai bentuk dan jenis kerang dan ikan-ikan yang hidup disana.

Gerbang masuk Kawasan Mandeh dapat dicapai melalui laut dan jalan darat. Bila naik kapal/ boat bisa dari Pelabuhan Bungus, Gaung, Teluk Bayur atau dari Pelabuhan Muara Padang serta Teluk Tarusan. Sedangkan bila melalui jalan darat, terdapat tiga alternative dari tiga ruas jalan yang berbeda. Alternatif pertama dari Pasar Tarusan melalui simpang carocok, alternatife kedua melewati sungai tawar dan alternative ketiga dari Bungus terus ke Sungai Pinang dan Sungai Nyalo. Ruas jalan terbaru ialah melewati Carocok terus menyusuri bibir pantai dan perbukitan yang landai sepanjang 12,5 Km.

Senin, 06 Desember 2010

Jenis Usaha Masyarakat mandeh




Mandeh merupakan daerah pesisir pantai, yang mempunyai laut yang tenang layak danau, selain itu mandeh juga terdapat hamparan sawah yang cukup luas dan hutan yang masih alami.
dari uraian diatas tentunya masyarakat mandeh juga mempunyai pekerjaan yang beragam, mulai dari Nelayan sampai petani, tapi 80 % masyrakat mandeh bekerja sebagai nelayan dan petani kerapu.
nelyan dimandeh menggunakan sistem bagan talai yang dapat menangkap beragamn ikan mulai dari ikan teri putih super hingga ikan biasa, baru baru ini masyarakat mandeh menbemukan teknologi baru dalam hal menangkap ikan yaitu menangkap ikan teri karang disiang hari berbeda dengan ikan teri putih yang dilakukan pada malam hari. jenis ikan teri ini satunya dikelurakan dimandeh, rasa ikan ini pun lebih enak dibandingkan teri putih dan harga nya pun lebih tinggi dibvandingkan teri putih.
ikan teri ini mempunyai ciri-ciri warna biru tua.

Selain nelayan masyarakat dimandeh juga mengembangkan budidaya ikan kerapu diantaranya kerapu tikus dan kerapu macan dan beberapa jenis ikan kerapu tangkaran alam.
dimandeh sekarang juga terdapat Pendederan ikan kerapu tikus milik SWASTA yang dikelola oleh Yohanes adik dari pemilik tempat ini yaitu Bapak Samarta Sabri.
Dipendederan ikan ini sudah bisa membesarkan dari ukuran 3 cm hingga ukuran untuk keramba yaitu sekitar 10 - 15 cm

Senin, 25 Januari 2010

Asal Mula Mandeh

Salah satu sungai dimandeh




Hamparan hijaunya perbukitan, dipadu dengan tepian pantai yang landai dengan airnya yang jernih dan lautnya yang biru ditambah riah ombak kecil yang bergulung beraturan menambah daya pesona Kawasan Wisata Mandeh. Sebuah objek wisata yang terletak di kecamatan Koto XI Tarusan dengan luas sekitar 8.632 ha. Kampung Mandeh salah satu kawasan wisata yang sangat potensial sekali dibidik menjadi arena wisata bahari kawasan pantai barat Sumatera.

Penduduknya yang ramah didukungan dengan pemandangan wisata pantai yang eksotik menjadi modal utama bagi kampung Mandeh untuk bangkit menjadi kawasan wisata bahari di kawasan pulau Sumatera. Konon, asal mula dari kampung Mandeh ini berasal dari seringnya para pedagang berdatangan ke daerah ini, baik dari darat maupun dari laut. Tapi sayang, disaat para pendatang tersebut bertamu ke kampung, dan hendak makan. Tidak satupun mereka temui kedai-kedai nasi. Tanpa pikir panjang para pendatang tersebut meminta makanan ke setiap rumah penduduk kepada seorang ibu di tiap-tiap rumah.

Nah, ibu inilah dalam bahasa Minang dinamakan dengan sebutan Mandeh. Seorang wanita lanjang, yang memiliki tingkah laku yang mulia. Diantara tugasnya ialah, menyediakan hidangan makanan bagi keluarga. Maka, dari situlah kampung Mandeh ini berasal. Peran seorang wanita lajang yang memiliki tingkah laku mulia dengan tanpa pamrih memberikan makanan kepada para pedagang dengan ikhlas.

Untuk mengabadikan kebaikannya, pendatang yang berdatangan ke kampung ini memberikan nama kampung tersebut, Kampung Mandeh. Kampung dimana akan ditemui keelokan seorang ibu. Hingga kini, keadaan itu masih mentradisonal di kawasan kampung Mandeh. Setiap datang wisatawan yang bertamu ke sini, pasti makannya bertamu ke rumah mandeh/ibu di setiap rumah penduduk.

Sampai saat sekarang kawasan mandeh dikenal dengan pepatah Minangnya

Pulau setan dilaman mandeh
Tampak nagari sungai Nyalo
Bagai intan dipaluik ameh
Loyak dituruik nak dibawo

Bahasa Indonesianya
Pulau setan di halaman Mandeh
Terlihat nagari sungai Nyalo
Seperti intan dibalut emas
Layak dikunjungi untuk dibawa
Kesejukan Pantai Mandeh


Pepatah Minang diatas, menggambarkan keeksotikan kampung Mandeh. Pesona alam yang dimiliki bagaikan intan dibalut emas. Kampungnya yang di kelilingi bukit batu, kawasan darat yang dihadapan pada sebuah pantai berpasir putih berlaut hijau, dengan riak air laut yang tenang. Menjadi daya tarik tersedir bagi wisatawan berkunjung ke kampung ini.

Tak sekadar itu, kampung Mandeh di kelilingi pula oleh hutan bakau/mangrov, yang menjadi pagar bagi kampung ini disaat pasang naik. Susunan bakau yang berjejeran di sepanjang jalan membuat mata enak memandang. Walau hanya, sebagai kampung, kawasan wisata di kampung Mandeh ini telah memiliki jalan yang beraspal beton. Hal ini, tentunya menjadi semangat bagi wisatawan untuk berwisata di pantai Mandeh.

Eksotik pantai Mandeh tidak saja diperlihatkan dari alamnya semata. Jika berkunjungn ke daerah ini, kita akan disambut dengan jejeran rumah penduduk yang dikelilingi oleh genangan air laut dan pohon mangrov. Ini tentunya menjadi pemandangan yang aduhai untuk dinikmati bola mata. Apalagi sudah memasuki kawasan pantai yang hanya berjarak beberapa meter saja dari kampung Mandeh.

Tak, asik rasanya berkunjung ke kawasan ini, tanpa menikmati makan khas kampung Mandeh. Paling tidak kita bisa mencicipi makan tersebut di rumah Mandeh/ibu. Diantara makan yang menjadi andalan bagi kampung Mandeh yang disajikan buat wisatawan yaitu, Randang Lokan, Kalio Timo dan Kalio Lokan. Randang, lokan sendiri memiliki cita rasa yang khas jika dibandingkan dengan masakan randang lainya. Masakan ini, terbuat dari kelapa dengan dicampur daging lokan. Beda dengan rendang biasa yang dimasak dengan daging sapi, kambing atau itik.

Kalio Timo, juga tak kalah sedapnya. Masakan ini, bisa kita dapat di sepanjang pantai Mandeh. Masakan dengan sajian utama timo laut ini dimasak berkuah. Nah, ini asik santap dengan nasi di tepi pantai Mandeh, sembari menikmati riak-riak kecil air laut dengan sepoian angin yang dikipas pohon kelapa.

Tak salah pesona bahari yang diperlihatkan kampung Mandeh membuat para wisatawan menyebutnya dengan julukan "The Paradise of The South". Mandeh yang kokoh dengan gugusan pulau-pulaunya bagaikan terapung di atas permukaan laut. Kawasan Wisata Mandeh berpotensi untuk kegiatan diving, snorkeling, sunset,windsurfing, trekking, rock climbing, ski air, jet ski, camping dan kegiatan wisata lainnya yang bakal membuat anda tak ingin meninggalkannya.

MITOLOGI

Rakyat Kampung Mandeh Dekat dengan Harimau

Konon, tampek (bukit batu) ini menjadi pelindung bagi masyarakat Mandeh.
Jika bertamu ke kampung Mandeh, janganlah kita pernah sesekali untuk mencaci atau menyindir kawasan tersebut. Kenapa?. Kampung Mandeh dikenal sebagai kawasan yang kramat. Menurut legenda rakyat, kampung ini di pagar oleh tigo Paga Tampek (tiga bukit batu). Konon, tampek ini menjadi pelindung bagi masyarakat setempat.

Jika ada orang yang melakukan perbuatan jahat di kawasan ini seperti mencuri, pastilah si pencuri tersebut, tidak akan tau jalan keluar dari kampung Mandeh. Selain itu tampek ini juga menjadi tanda bagi masyarakat setempat untuk melihat gejala-gejala alam. Jika ada gempa, badai, air laut pasang dan lain sebagainya pasti tampek ini mengerluarkan bunyi malam harinya. Bunyi yang dikeluarkan seperti batu mau jatuh yang berderik-derik. Jika, ada pendatang yang salah bicara, dengan maksud jahat, jangan harap akan lepas dari ganguan mahklup halus. Karena, itu jika masuk kawasan ini mesti santun dan ramah.

Tak hanya itu, kawasan mandeh juga sering dimasungki binatang buas jenis harimau. Menurut penuturan warga setempat, harimau tersebut masuk, saat ia melihat harimau dari daerah lain yang masuk dengan tujuan ingin berbuat jahat, seperti memakan makan ternak, menakuti warga dan lain sebagainya. Harimau di kawasan sekitar bukit di kampung Mandeh inilah, yang melindungi warga dari cengkraman harimau jahat. Disamping, itu harimau yang menjadi dewa pelindung bagi warga ini, juga sering menampak badannya. Penuturan rakyat kampung Madeh, harimau tersebut datang untuk diobati. Kadang, harimau itu sakit perut, berpanu dan luka-luka.

"Dia itu cuma datang saja ke rumah penduduk dengan tenang tanpa ada gerak mengganggu. Itu menandakan, harimau tersebut membutuhkan pertolongan. Nah penduduk disilah yang mengobati keluhannya. Kadang saat, diobati harimau tersebut tak tergangung jika dipegang atau dielus-elus warga", tutur uni parida salah seorang warga kampung Mandeh.